Minggu, 13 Desember 2009

Ibuku, Lentera Hidupku

31 Agustus 1992, seorang wanita bertaruhkan nyawanya demi melahirkan seorang bayi, aitu aku. 9 bulan aku terkurung dalam dunia yang akupun tak tahu siapa aku, dimana aku, dan bagaimana aku. Dalam waktu itu juga ibuku selalu membawaku kemanapun dia berada, kutahu walaupun terasa berat dan letih, api ku juga tahu ibuku ikhlas untk melakukannya.
Disaat masa kecilku, aku diajari berbagai hal, mulai dari berlatih bicara, tengkurep, "mbrangkang", dan berjalan. Setiap ku menangis, ada dua hal yang dapat menenangkanku, yakni ibuku menimang-nimangku serta ASI. Hal itu gratis kudapat darinya. Selain itu aku juga diajari hal yang baik dan buruk, itu karena ku belum mengerti arah mana yang benar.
Pada saat usiaku menginjak 4 tahun, ayahku yang kusayangi meninggalkan kami semua di dunia ini.Beliau wafat. Hal itu semakin membuat beban ibuku menjadi lebih berat untuk membesarkanku. Ibuku memiliki dua peran sekaligus, yakni menjadi seorang ibu dan ayah.
Kutahu betapa beratnya beban ibuku, tapi terkadang aku selalu membuatnya jengkel dan kesal. Betapa bodohnya aku ini. Meskipun demikian, ibuku selalu tegar dan sabar menghadapiku.
Pada saat masa TK, aku selalu diantar untuk pergi sekolah. Dan beliau berharap padaku untuk kelak menjadi orang yang sukses, bagi diriku sendiri dan bagi orang lain. Ku juga selalu teringat kalimat yang terucap dari ibuku,"Le, yen sekolah sing tenanan, supoyo pinter! ibu cuma iso nyangoni ilmu nang awakmu kanggo masa depanmu".
Dan kini setelah ku mulai beranjak dewasa, setiap ku ingat kalimat itu, aku menjadi sedih sekaligus menjadi semangat demi mencapai mimpi-mimpiku. Dan setiap saat ku selalu berharap agar suatu saat nanti ku bisa membuat ibuku tersenyum bangga melihatku menjadi orang yang sukses, berguna bagi oran-orag di sekelilingku.
Pada hari ini, 22 Desember, aku sebagai anak ingin selalu berusaha untuk menjadi anak yang berbakti kepaa kedua orangtuaku, terutama untuk IBUKU...

"SELAMAT HARI IBU",KASIH SAYANGMU SEPANJANG JALAN....


22 Desember 2009

Rabu, 25 November 2009

GURUKU

Kurang lebih 10 tahun yang lalu ketika aku masih belum tahu arah, masih memakai bedak bayi saat berangkat ke sekolah, engkau bagaikan cahaya yang menerangi jalanku yang terjal nan panjang.Ibu Sri Utami, guruku saat kelas 1 SD.
Suaramu, nasehatmu, dan petuahmu merupakan cambuk pelecut semangat hidupku untuk mencapai mimpi-mimpiku di Sekolah Dasar yang kucintai, SDN Mojokampung. Disinilah awal mimpi-mimpiku itu kurajut.
Waktu itu aku masih ingat betul apa yang menjadi nasehatmu, salah satunya engkau mengatakan kepadaku,'' Janganlah berbuat sombong sesukses apapun kalian nanti''. Itulah sebersit kata yang masih kuingat sampai saat ini.
Setiap kali kami berbuat salah, engkau selalu mengingatkan kepada kami dengan kelembutan dan kesabaranmu.
ku juga masih ingat engkau menjelaskan kepadaku, tentang penjumlahan, pengurangan, berhitung, dan banyak lagi hingga ku tak bisa mengingatnya satu per satu. Dan aku juga sering membuat engkau jengkel. Meskipun begitu, engkau tetap sabar menghadapiku. Dengan rasa sayang dan ketulusanmu itu, kini kusadar, betapa besar pengabdianmu untuk negeri ini wahai guruku.
TERIMA KASIH WAHAI GURUKU...

SELAMAT HARI GURU
Special to : 1.Guruku TK Setwilda 2 Bojonegoro.
2 Guruku SDN Mojokampung Bojonegoro.
3.Guruku SMPN 1 Bojonegoro.
4.Guruku SMAN 2 Bojonegoro.
I LOVE YOU...

Rabu, 11 November 2009

Kenangan Awal SMA sampai kelas XI


Saat baru mSuk Klz X1 SmaDabo, aq SnenG bngt Krn puNya tmen bru Yg baek2 dan pNter2...
suka dan duka tlah kita lewati sElama 1 tahun..
Dan kini sudah waktunya penjuruSan, dan alhamdulillah aq mAsuk di juRusan yg aq pilih, yaitu IPA..
Akhirnya skrNg aq berada di Klz XI IA3. pertama aku masuk klz ini, sudah ada sebagian besar teman yg ku kenal. Perjalanan kami masih panjang, namun saya berharap kita semua menjadi yg terbaik dgn kekompakan kita semua...amieenn...